Selasa, Maret 10, 2009

Ayo!!! Tulis catatan Harian!

By: Indra Jaya Rosandi

Catatan harian adalah karya tulis bebas yang dapat dikerjakan oleh siapa saja. Penulisan catatan harian atau, yang sering kita dengar diary ini, sangat membantu dalam hal dokumentasi atau sebagai bentuk recordation (pencatatan) mengenai hal-hal menarik yang kita lakukan pada waktu dan tempat tertentu. Hal ini tentu akan menjadi sangat menarik bila kita baca-baca di kemudian hari dan kembali membayangkan apa-apa yang pernah kita alami. Bahkan tidak jarang pula hal-hal penting yang luput dari ingatan dapat kita buka kembali lewat lembaran kering sebuah buku harian.


Sebuah buku harian yang telah kita isi dapat digolongkan sebagai testimoni bahwa kita dapat membuat sebuah jurnal kehidupan sebagaimana kita menjalaninya. Hal ini pun dapat merangsang daya pikir dan daya ingat kita dalam mengelola banyaknya bahasa verbal yang kita temui di luar. Tak jarang orang dapat terkenal lewat tulisannya di buku harian, sebut saja Anne Frank yang terkenal lewat diarynya yang menceritakan masa-masa kelam pada zaman Nazi memerangi kaum Yahudi. Bagaimanapun, buku harian dapat bersifat publis, hanya bila penulisnya mengizinkan orang lain untuk membaca diarynya.

Dalam menulis catatan harian, tentu tak luput dari 'tokoh-tokoh' yang
sering sekali kita cantumkan namanya di buku harian. Kegiatan sosial yg setiap hari kita hadapi di luar rumah tentu harus melibatkan banyak orang yang suka-tidak-suka berkomunikasi dengan kita. Nah, inilah salah satu tempat yang dapat kita manfaatkan dengan menulis kesan-kesan terhadap orang lain di dalam buku harian.

Hal-hal lain yang mungkin tercantum dalam buku harian sebagai berikut.


1. Kejadian penting atau berkesan
Peristiwa yang kita ceritakan di dalam buku harian dapat berupa hal-hal yang menyenangkan ataupun yang menjengkelkan. Jangan lupa untuk menulis tanggal dan rincian tempat
yang kita ceritakan, karena kadang hal-hal sepele dapat menjadi berarti di kemudian hari.

2. Penokohan

Orang-orang yang kita tulis dalam buku harian tentu adalah orang yang keberadaannya mempengaruhi sebuah cerita yang kita tulis. Dalam menulis nama, kita dapat menuliskannya dengan inisial ataupun sebutan yang kita sukai. Hal ini sedikit signifikan, mengingat kerahasiaan penulisan dalam buku harian/diary adalah absolutely top secret. Di samping itu, penulisan dengan nama lain akan sedikit mengurangi rasa tidak respect kita bila kita tengah menulis hal-hal yang tidak baik tentang orang yang bersangkutan. Ini akan mengurangi rasa bersalah atau prasangka buruk. Hanya ingat satu hal, bahwa menulis diary adalah hak setiap orang yang bersifat rahasia. So, jangan merasa berdosa bila feeling kita berkata demikian.

3. Stenografi
Dalam tulis-menulis harus diperhatikan juga kerapihan kita dalam menulis dengan tangan. Kadang kita dapat menuangkan ekspresi atau perasaan lewat lekuk atau bentuk tulisan. Tentu tidak lucu bila kita direpotkan dengan sulit membaca tulisan kita sendiri yang berantakan di buku harian kita kan?


4. Sistematis

Diary ang menarik untuk dibaca tentulah harus runut atau sistematis, karena ini akan membuat cerita yang ditulis menjadi memiliki nilai tambah. Maksudnya, buku harian tidak jauh berbeda dengan sebuah jurnal, sehingga dalam penceritaannya harus lengkap dan teratur, dari A sampai Z. Ini tentu akan memudahkan kita bila sekali-kali ada hal penting yg pernah kita tulis dan kita dapat kembali mengingat setiap detail kejadian lewat tulisan itu.

5. Kejujuran

Seseorang tidak harus berbohong terhadap tulisa
nnya sendiri. Diary adalah kumpulan pengakuan dan kejujuran yang kita tangkap dari berbagai hal. Kadang dengan mengakui kesalahan kita sendiri dalam diary, itu akan mengurangi beban di hati, bila kita kesulitan mengutarakannya kepada orang lain. Sebuah kutipan menarik dari Anne Frank (idolaku sebagai seorang penulis catatan harian), "Selembar kertas memiliki kesabaran yang lebih dibanding manusia". Lebih bagus lagi bila setelah kita melakukan suatu 'pengakuan', diiringi oleh sebuah rencana ke arah yang lebih baik. Bila itu berhasil, diary akan menjadi sebuah sarana introspeksi diri yang penuh kejujuran dan kata hati.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar